Bahaya Batu Empedu Jika Dibiarkan Tanpa Pengobatan

Jika anda tiba-tiba mengalami nyeri perut luar biasa ( kolik ) selama beberapa jam bisa jadi itu gejala batu empedu, segera atasi jangan biarkan karena itu bisa menimbulkan bahaya. Apa saja bahaya batu empedu jika dibiarkan ? berikut kami berikan informasinya untuk anda.

Bahaya Batu Empedu

Bahaya Batu Empedu Jika Dibiarkan

Batu empedu adalah masa keras seperti batu yang terbentuk dari kolesterol yang terletak di saluran empedu. Selama batu tidak menyumbat saluran empedu maka jarang menimbulkan gejala atau gangguan kesehatan.

Gangguan dan gejala baru muncul jika batu empedu mulai menyumbat saluran empedu, dimana gejala yang muncul berupa nyeri perut hebat ( kolik ) tepatnya pada perut bagian tengah, atas atau kanan yang terjadi secara mendadak dan berlangsung selama beberapa jam.

Selain itu orang yang terkena penyakit batu empedu juga bisa mengalami beberapa gejala lainnya seperti :

  • Demam tinggi.
  • Sakit kuning
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Diare.
  • Linglung.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa sakit pada pundak.

Jika keluhan atau gejala batu empedu mulai dirasakan maka sebaiknya segera memeriksakan diri kepada dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat sehingga komplikasi atau bahaya batu empedu bisa dihindari.

Timbulnya batu disaluran empedu diduga akibat tidak seimbangnya kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan empedu sehingga lama kelamaan membentuk masa keras seperti batu.

Hal tersebut bukan tanpa alasan mengingat hampir sebagian besar batu empedu terdiri dari 80% kolesterol dan 20 persen bilirubin yakni pigmen yang biasa ditemukan pada cairan empedu.

Ukuran dan jumlah dari batu empedu bisa beragam, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola pingpong dan terdiri dari 1 batu hingga ribuan batu.

Siapa saja yang bisa terkena batu empedu ?

Semua orang bisa terkena penyakit batu empedu namun wanita lebih sering terkena penyakit batu empedu dibandingkan dengan pria.

Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena penyakit batu empedu, seperti orang yang menderita penyakit anemia bulan sabit sangat beresiko tinggi terkena penyakit batu empedu karena pada penderita anemia bulan sabit sel darah merah akan dipecah terus menerus oleh tubuh, dan akhirnya diubah menjadi bilirubin.

Menumpuknya bilirubin dalam tubuh perlahan namun pasti bisa menyebabkan terbentuk batu empedu.

Berikut ini adalah beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan resiko penyakit batu empedu, yakni :

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Sedang hamil.
  • Memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Sering mengonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol tinggi.
  • Kekurangan serat dalam pola makan.
  • Penderita diabetes.
  • Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.
  • Penderita sirosis.
  • Penderita gangguan pencernaan, misalnya penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus.
  • Orang yang menggunakan ceftriaxone, yaitu antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, meningitis, dan gonore.
  • Orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Bahaya Batu Empedu

Hal yang perlu diwaspadai dari penyakit batu empedu ini adalah dampak atau bahaya batu empedu yang bisa muncul utamanya jika tidak mendapatkan penanganan yang serius, untuk itu sangat penting bagi penderita batu empedu mendapatkan penanganan yang serius dan tunas karena jika tidak bisa menimbulkan bahaya.

Berikut ini adalah beberapa bahaya batu empedu yang bisa muncul karena mengalami kompliasi, yakni :

1.Radang Kantong Empedu Akut

Ketika batu empedu sudah menyumbat saluran empedu dan saluran pencernaan lainnya maka bisa menyebabkan cairan menumpun di empedu sehingga lama kelamaan menimbulkan peradangan akibat infeksi, kondisi ini dalam istilah media disebut dengan Kolesistitis.

Gejala yang muncul jika terjadinya peradangan pada empedu adalah timbulnya nyeri pada perut bagian atas yang menjalar ke tulang belikat disertai demam tinggi dan detak jantung yang cepat.

2. Abses Kantong Empedu

Ketika infeksi atau peradangan terus terjadi maka bisa menyebabkan kantong empedu dipenuhi dengan nanah. Jika kondisi ini sudah terjadi maka pengobatan yang dilakukan adalah penyedotan abses dengan cara operasi.

3. Peritonitis ( Radang Lapisan Perut Dalam )

Jika peradangan empedu sudah semakin parah maka bisa menyebabkan kantong empedu pecah yang mengakibatkan terjadinya infeksi pada lapisan perut bagian dalam ( peritoneum ).

Ketika hal ini terjadi maka opeasi adalah jalan yang biasa dilakukan oleh dokter untuk menangani dengan tujuan mengangkat peritoneum yang rusak akibat infeksi.

4. Pankreatitis Akut

Ada kalanya batu empedu keluar dari saluran empedu dan menyumbat saluran prankeas yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada prankeas yang ditandai dengan nyri perut bagian tengah hebat, rasa nyeri akan bertambah parah dan menjalar ke punggung setelah makan.

Selain nyeri perut hebat, peradangan prankeas juga bisa menimbulkan gejala lainnya seperti : diare, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, demam tinggi, dan sakit kuning.

Jika kondisi ini terjadi maka penderita perlu mendapatkan penangana yang intensif secara medis sehingga diperlukan rawat inap di rumah sakit.

5. Kanker Kantong Empedu

Orang yang menderita penyakit batu empedu memiliki resiko tinggi terkena kanker empedu, akan tetapi kasusnya masih jarang terjadi.

Operasi dengan tujuan mengangkat batu empedu adalah hal yang akan dilakukan oleh dokter guna mencegah timbulnya kanker empedu utamanya jika tingkat kalsium dalam kantong empedu tinggi.

Gejala kanker empedu hampir mirip dengan ciri ciri batu empedu pada umumnya yakni meliputi : sakit perut, demam tinggi, serta sakit kuning.

Nah, itulah beberapa bahaya batu empedu yang bisa terjadi jika tidak diatas dengan serius dan tuntas, untuk itu jika saat ini anda atau orang terdekat anda terindikasi menderita gejala penyakit batu empedu maka segera atasi dan obati.

( Baca : Cara Mengobati Batu Empedu Tanpa Operasi )

Semoga informasi yang kami berikan bisa bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda, terima kasih banyak sudah berkunjung dan menyimak artikel sederhana kami, jangan lupa bagikan jika anda rasa artikel ini bermanfaat !!!

sumber materi :
http://www.alodokter.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *